cerita ini hanya fiktif belaka,bila ada kesamaan dalam nama tokoh mohon maaf :D Siapa aku? entahlah aku hanya siswa kelas 3 SMA yang bernama tomi namun teman2ku sering memanggilku S-man aku memakai kaca mata besar dan selalu memakai sweater bila sekolah dan kemanapun aku pergi,sedikit bungkuk dengan hidung yang mancung
Pagi itu "stop woy angkot stop!!" aku berteriak kepada angkot yang melaju kencang mengabaikan keberadaanku aku terus mengejarnya namun tiba2 "bruuukkk" mobilnya berhenti dan aku menabrak bagian belakangnya,semua orang di angkot mentertawakanku saat itu tapi aku tak ambil pusing.langsung saja aku menaiki mobil itu dan untung ada temanku yang bernama Evan,sedikit tentang Evan,dia temanku sejak SMP dia keren tinggi tegak dan mancung,juga lumayan kaya dengan mobil 5 dan motor 8,tapi dia orangnya sangat sederhana jadi dia lebih memilih naik angkot.tapi satu hal yang membuatku agak kesal,ya saat berbicara dengan dia,kata2nya gak ada yang melukai hatiku ini tapi saat dia berbicara aku pasti menahan nafas,ya kalian tau kenapa?dia itu anaknya juragan Jengkol so kalo udah ngomong kalian tau deh gimana rasanya.
Di angkot yang panas dan tak ber AC itu segala bau bau bercampuran,dari Bau keringat,rokok,tahi kucing,tahi kambing,mercon,gas,nuklir,bangkek,dan satu yang aku gak tahan dan cepat2 ingin sampai yaitu bau mulut si Evan.Dan thanks god akhirnya sampai juga di sekolah,untung aku dan Evan tidak sekelas.
Namun penderitaanku belum berakhir,kenapa? karena teman sebangkuku yang bernama erwin dia kalau berbicara selalu menyemburkan beberapa tetes air liur iyeekk."woy u pr udah?"tanya erwin,"udah nih win"sambil mengusap mukaku pakai sapu tangan.oke aku skip cerita aku>>...
saatpulang sekolah aku dan Evan kembali naik angkot,namun Evi datang,sedikit tentang Evi dia perempuan yang aku suka dari kelas satu,hm saat kalian menatap matanya yang ada dipiiran kalian adalah betapa bahagianya kalian jika memilikinya."tom kamu udah ngerjain tugas proyek belum?"tanya si evi sambil membenarkan ikatan rambutnya,"belum vi,dapet kelompok aja belum nih","gimana kalo sama aku aja?"ajak Evi,dengan nada tinggi aku menjawab "Wah oke deh nanti aku kerumah kamu ya vi","oke deh.."jawab Evi,namun.."woy tom ayu balik angkotnya nungguin tuh" ajak Evan dan aku lupa untuk menahan nafas dan aku lihat si Evi ingin muntah namun dia menahannya...
to be continoue
Free Template Blogger
collection template
Hot Deals
SEO
0 komentar:
Posting Komentar